Naik Kelas, Oscar Collazo Tumbangkan Naider Valdez Secara Singkat
Drama mewarnai jalannya duel tinju internasional yang mementaskan petarung tangguh asal Puerto Rico, Oscar Collazo. Sedianya, ia dijadwalkan untuk mempertahankan sabuk juara dunia kelas terbang mini versi WBO miliknya. Namun, laga tersebut mendadak batal statusnya akibat sang lawan pengganti, Naider Valdez dari Meksiko, mengalami kendala kelebihan berat badan (over weight).
Kendala administratif sejatinya sudah membayangi sejak sehari sebelum laga. Badan tinju WBA secara resmi menolak memberikan restu laga ini sebagai perebutan sabuk tertinggi. Alasan utamanya adalah karena nama Valdez belum menembus daftar peringkat "15 besar" dunia, yang menjadi syarat mutlak dalam sebuah partai kejuaraan dunia.
Merespons pembatalan status titel WBA Super dan WBO tersebut, promotor legendaris Oscar De La Hoya di bawah bendera Golden Boy Promotions bergerak taktis. Ia mengubah status laga menjadi perebutan gelar WBA International dan WBO International kelas terbang. Alhasil, Collazo pun harus rela melompat naik dua divisi sekaligus.
Dominasi Total di Atas Kanvas California
Meski status gengsinya diturunkan, pertunjukan di dalam ring tetap digulirkan. Perbedaan kelas kualitas antara kedua petinju justru membuat jalannya pertarungan menjadi sangat berat sebelah. Collazo tampil sangat dominan dan terus mengurung pertahanan lawan sejak bel ronde pertama dibunyikan.
Puncaknya terjadi pada ronde kedua dari total sepuluh ronde yang direncanakan. Gempuran kombinasi pukulan mematikan dari Collazo sukses merobohkan Valdez hingga tiga kali ke atas kanvas. Melihat situasi yang sudah tidak berimbang, wasit akhirnya menghentikan laga di Frontwave Arena, Oceanside, California, Amerika Serikat.
Sinyal Kuat Hijrah ke Divisi Baru
Hasil impresif yang didapat di ring kelas terbang ini seolah menegaskan ambisi lama dari Collazo untuk segera menanggalkan takhtanya di kelas terbang mini. Sebagai informasi teknis, kelas terbang mematok batas berat badan 50,802 kilogram, sementara kelas terbang mini berada di angka 47,627 kilogram.
Melalui hasil KO singkat ini, petinju berusia 29 tahun tersebut sukses mempertajam rekor bersihnya menjadi 15 kemenangan tanpa kekalahan (12 di antaranya diraih lewat KO). Di kubu seberang, kekalahan pahit ini membuat catatan bertarung Naider Valdez merosot menjadi 15 kali menang, 4 kali kalah, dan 3 kali seri.